Langsung ke konten utama

Jenis - jenis Genre Sastra

Istilah genre berasal dari bahasa bahasa Prancis yang berati ‘jenis’ Jadi, genre sastra berarti jenis karya sastra Ahli pikir yang pertama meletakkan dasar teori genre adalah Aristoteles dalam tulisannya yang terkenal yaitu Poetica Teori Aristoteles tentang jenis karya sastra didasarkan pada karya sastra Yunani klasik, tetapi yang menarik dari teori tersebut adalah teori tersebut dapat diterapkan pada karya sastra lain di seluruh dunia.
Penelitian tentang genre sastra terus berkembang dari waktu ke waktu, dan seringkali tidak memuaskan karena pengertian-pengertian yang dirumuskan selalu saja bergeser dan mengalami perubahan Hal itu disebabkan oleh selalu adanya perubahan-perubahan konsep tentang karya sastra Namun demikian, meskipun konsep-konsep tentang karya sastra selalu berubah, tetapi objek studi sastra dapat dikatakan tetap sama, yaitu prosa, drama, dan puisi.
       menurut arti bahasa “puisi” berasal dari bahasa Yunani, “poietes” (Latin ”poeta”) Mula-mula artinya adalah pembangun, pembentuk Asal katanya poieo atau poio atau poeo yang artinya membangun, menyebabkan, menimbulkan Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun Poerwadarminta mengatakan bahwa pada dasarnya puisi adalah karangan kesusastraan yang berbentuk sajak (Syair, pantun dsb) Puisi menurut devinisinya Puisi adalah karya sastra yang khas penggunaan bahasanya dan memuat pengalaman yang disusun secara khas pula Pengalaman batin yang terkandung dalam puisi disusun dari peristiwa yang telah diberi makna dan ditafsirkan secara estetik.
Drama berasal dari kata Yunani, draomai yang berarti berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Jadi, kata drama dapat diartikan sebagai perbuatan atau tindakan. Seraca umum, pengertian drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dikenal dengan istilah teater. Dapat dikatakan bahwa drama berupa cerita yang diperagakan para pemain di panggung. Selanjutnya, dalam pengertian kita sekarang, yang dimaksud drama adalah cerita yang diperagakan di panggung berdasarkan naskah. Drama, adalah salah satu jenis karya sastra yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan karya sastra jenis lain, yaitu unsur pementasan yang mengungkapkan isi cerita secara langsung dan dipertontonkan di depan umum. Drama adalah karya sastra dalam bentuk dialog yang dimaksudkan untuk di pentaskan atau di pertunjukkan. Menurut Departemen Pendidikan Nasional, drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Cerita atau kisah, terutama yg melibatkan konflik atau emosi, yg khusus disusun untuk pertunjukan teater. Drama juga dapat di beri pengertian ceritra atau karangan yang berbentuk skenario lengkap, dimana semuanya telah diuraikan secara rinci oleh penulis drama, misalnya kalimat-kalimat yang harus diucapkan oleh pemain, sikap dan gerak-gerik yang harus dimainkan oleh pemain juga tempat adegan dalam cerita drama diuraikan secara rinci oleh penulisnya. 

1. Sastra Imajinatif 
Sastra  imajinatif  adalah  sastra  yang  berupaya  untuk  menerangkan,  menjelaskan, memahami,  membuka  pandangan  baru,  dan  memberikan  makna  realitas  kehidupan agar  manusia  lebih  mengerti  dan  bersikap  yang  semestinya  terhadap  realitas kehidupan.  Dengan  kata  lain,  sastra  imajinatif  berupaya  menyempurnakan  realitas kehidupan  walaupun sebenarnya fakta  atau  realitas kehidupan sehari-hari tidak  begitu penting  dalam  sastra  imajinatif.  Jenis-jenis  tersebut  antara  lain  puisi,  fiksi  atau  prosa  naratif,  dan  drama.  Puisi  dapat dikelompokkan  menjadi  tiga,  yakni  puisi  epik,  puisi  lirik,  dan  puisi  dramatik.  Fiksi  atau prosa  naratif  terbagi  atas  tiga  genre,  yakni  novel  atau  roman,  cerita  pendek  (cerpen), dan novelet (novel “pendek”). Drama adalah karya sastra yang mengungkapkan cerita melalui  dialog-dialog  para  tokohnya Pada  akhirnya,  semua  pembahasan  mengenai  sastra  imajinatif  ini  harus  bermuara pada  bagaimana  cara  memahami  ketiga  jenis  sastra  imajinatif  tersebut  secara komprehensif.  Tanpa  adanya  pemahaman  ini,  apa  yang  dipelajari  dalam  hakikat  dan jenis  sastra  imajinatif  ini  hanya  sekadar  hiasan  ilmu  yang  akan  cepat  pudar.

2. Sastra Non-imajinatif 
Sastra  non-imajinatif  memiliki  beberapa  ciri  yang  mudah  membedakannya  dengan sastra imajinatif. Setidaknya terdapat dua ciri yang berkenaan dengan sastra tersebut. Pertama,  dalam  karya  sastra  tersebut  unsur  faktualnya  lebih  menonjol  daripada khayalinya. Kedua, bahasa yang digunakan cenderung denotatif dan kalaupun muncul konotatif,  kekonotatifan  tersebut  amat  bergantung  pada  gaya  penulisan  yang  dimiliki pengarang.  Persamaannya,  baik  sastra  imajinatif  maupun  non-imajinatif,  keduanya sama-sama  memenuhi  estetika  seni  (unity  =  keutuhan,  balance  =  keseimbangan, harmony  =  keselarasan,  dan  right  emphasis  =  pusat  penekanan  suatu  unsur).  Sastra non-imajinatif  itu  sendiri  merupakan  sastra  yang  lebih  menonjolkan  unsur  kefaktualan daripada  daya  khayalnya  dan  ditopang  dengan  penggunaan  bahasa  yang  cenderung denotatif.  Dalam  praktiknya  jenis  sastra  non-imajinatif  ini  terdiri  atas  karya-karya  yang berbentuk esai, kritik, biografi, autobiografi, memoar, catatan harian, dan surat-surat.

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Keripik Pisang Asin Khas Malang: Gurih dan Renyah!

  Cara Membuat Keripik Pisang Asin Khas Malang: Gurih dan Renyah! Keripik pisang asin khas Malang dikenal dengan rasanya yang khas dan menjadi oleh-oleh favorit. Teksturnya yang renyah dan rasa gurihnya yang pas membuatnya digemari banyak orang. Kini, Anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah dengan panduan berikut! Bahan-bahan: • Pisang kepok matang (pilih yang masih agak mengkal) • Garam secukupnya • Minyak goreng secukupnya Alat yang Dibutuhkan: • Pisau tajam • Wajan untuk menggoreng • Saringan atau keranjang Langkah-Langkah Membuat: 1. Iris Pisang: Kupas kulit pisang, lalu potong tipis-tipis. Usahakan ketebalannya sama agar pisang matang merata saat digoreng. 2. Taburi Garam: Letakkan irisan pisang dalam wadah, lalu taburi garam secukupnya. Aduk hingga semua irisan pisang terbalut garam. 3. Goreng Pisang: Panaskan minyak di wajan dengan api sedang. Goreng irisan pisang hingga berubah warna menjadi kuning keemasan dan kering. Angkat, lalu ...

Tokoh Sastra Arab Palestina ; Mahmoud Darwish

  Tokoh Sastra Arab Palestina ; Mahmoud Darwish                Salah satu Seorang sastrawan yang sangat termasyhur di anatara kalangan para penyair khususnya sastrawan arab siapa lagi kalau bukan Mahmoed Darwish. Tak asing lagi kita mendengar nama ini. Seorang penyair yang banyak akan karya dan seninya yang sangat indah serta menginspirasi. Darwish merupakan sastrawan yang lahir di Al birweh Palestina pada tanggal 13 Maret 1941. Ia merupakan penyair yang telah dapat banyak penghargaan atas karyanya yang luar biasa.             Jika kita menilik sejarah hidupnya, ia telah melewati dan menyaksikan kehancuran desa-desa tempat kelahirannya. Yang mana peristiwa perang rerusuhan antara negara Palestina dan Israel sekitar tahun 1948. Hancur balaunya daerah Palestina membuat tragedi kemanusiaan yang tragis selama bertahun – tahun. Tak gencar dari konflik ters...

Cara Membuat Keripik Pisang Manis Rendah Gula dan Menyehatkan

  Cara Membuat Keripik Pisang Manis Rendah Gula dan Menyehatkan Keripik pisang merupakan camilan populer yang enak dan bisa menjadi pilihan camilan sehat jika dibuat dengan cara yang tepat. Dengan sedikit modifikasi, Anda bisa membuat keripik pisang manis yang rendah gula dan tetap menyehatkan. Berikut adalah langkah-langkah cara membuat keripik pisang manis rendah gula dan menyehatkan: Bahan-bahan: 4 buah pisang matang (jenis pisang tanduk atau pisang raja lebih disarankan) 1 sendok teh kayu manis bubuk (opsional, untuk aroma) 1-2 sendok teh madu (sebagai pengganti gula) 1 sendok makan air jeruk nipis 1 sendok makan minyak kelapa (untuk menggoreng) Sejumput garam laut (opsional, untuk menambah rasa) Langkah-langkah: Persiapkan Pisang Pilih pisang yang matang sempurna, tetapi tidak terlalu lembek. Pisang yang masih sedikit keras akan memberikan tekstur keripik yang lebih baik. Kupas pisang, lalu iris tipis-tipis dengan ketebalan sekitar 2 mm. Semakin tipis irisan pis...