Najib Mahfudz
Najib Mahfudz Atau
Si Penyair Yang Menyandang Penghargaan Noble Sastra Pada Tahun 1988.
Bagaimanakah Proses Najib Menjadi Penulis Atau Sastrawan Terkenal? Dan Apa Saja
Karyanya Sehingga Dapat Menyandang Gelar Noble Dibidang Sastra?
Najib Mahfudz
Abdul Ibrahim Pasha Atau Biasa Dikenal Dengan Najib Mahfudz. Lahir Distrik
Gamalia Pada Tanggal 11 Desember 1911 Di Pinggiran Kota Kairo
Tahun . Ia Merupakan Anak Yang Terlahir Dari Keluarga Miskin Mesir.
Meskipun Begitu, Ia Dapat Menyelesaikan Studinya Dengan Baik Sampai Tahap
Universitas Yakni Universitas Kairo Al Azhar Sehingga Ia Dapat Menjadi Sarjana
Filsafat.
Sejak Tahun 1934
Ia Bekerja Dilayanan Sipir Mesir Atau Staf Universitas. Pada Saat Itu Pun Najib
Menekuni Hobinya Menulis Sehingga Karirnya Melonjak Tinggi Seperti Ditugaskan
Kementrian Agama Dan Urusan Wakaf, Dan Diberi Jabatan Menjadi Direktur Lembaga Perfilman
Nasional Mesir Sehingga Menjadi Anggota Dewan Tinggi Perlindungan Seni Dan
Sastra.
Pada Saat
Jabatannya Menjadi Penasihat Mentri Kebudayaan, Ia Memutuskan Untuk Pensiun Dan
Menekuni Kembali Hobinya Dalam Menulis. Najib Dapat Menghasilkan Karyanya Sehingga
Ratusan Tulisan Terdiri Dari 70 Cerita Pendek, 46 Karya Fiksi Dan 30 Naskah
Drama.
Karya Najib Mahfudz Yang Paling Awal Yang Ia Ciptakan Adalah Cerita Pendek. Novel-Novel Awalnya,
Seperti Rādūbīs (1943; “Radobis”), Berlatar Mesir
Kuno , Tetapi Dia Telah Beralih Untuk Menggambarkan Masyarakat Mesir
Modern Pada Saat Dia Memulai Karya Utamanya, Seri Al-Thulāthiyyah (1956–57; “ Trilogi"). Tiga Novelnya— Bayn
Al-Qaṣrayn (1956; Palace
Walk ), Qaṣr Al-Shawq (1957; Palace Of Desire ), Dan Al-Sukkariyyah (1957; Sugar Street ).
Dan
Pada Tahun 1988 Pada Saat Karyanya Yang Terkenal Yakni Baina Al Qosroin, Qasr
Al-Syauq, Dan Asukariah. Menjadikannya Sebagai Sastrawan Yang Memperoleh
Penghargaan Noble Internasional Dibidang Sastra.
Ia
Wafat Pada Tanggal 30 Agustus 2006 Di Kairo Setelah Dirawat Di Rumah Sakit.