Tokoh Sastra Arab Saudi ; Al-Khansa
Jika kita menilik kembali sejarah perjalanan sastra arab,
maka kita akan menemukan tokoh – tokoh sastrawan perempuan yang sangat berpengaruh
terhadap dunia sastra. Salah satu tokoh perempuan yang sangat terkenal akan
karya dan kisahnya adalah Al-Khansa.
Al-khonsa merupakan sosok seorang ibuk yang luar biasa
dan patut menjadi contoh bagi para wanita lainnya. Sejarah kehebatannya telah
tersohor hingga kepenjuru negri khususnya dikalangan para sastrawan. Kemampuan bersyai’r
Al-Khonsa yang luar biasa telah diakui di kalangan sahabat Rasulullah.
Karena didikannya dalam membesarkan anak-anaknya dengan
baik menjadikan anak-anaknya syuhada dalam berperangan. Hingga ia disematkan
gelar ibuk para syuhada. Keempat anaknya semangat dab berbesar hati
mengorbankan jiwa serta raga mereka demi
berjihad dijalan Allah Subhanahu Wataa’la.
Ia dikenal dengan seorang perempuan yang rendah hati,
mulia, penyabar, tenang, jujur dan pemberani. Ia memiliki kelebihan dalam
menulis sebuah syai’r. Tulisannya yang indah seperti keindahan jiwanya yang
mulia.
Kisahnya yang sangat populer adalah ketika ia memberikan
syai’r untuk ayah dan saudara laki – lakinya yang telah gugur dalam peperangan.
Ia melontarkan kata-kata syairnya sembari meneteskan mata dari antara kedua
matanya. Dan Umar bin Khattab pun melihat bertanya kepadanya perihal
kesedihannya “mengapa ia menangis wahai Khonsa”. Ia pun menjawab bahwasannya ia
bersedih karena kehilangan ayah dan saudara laki – lakinya. Ia sangat bersedih
karena keduanya meninggal dalam keadaan kafir. Ia berkata bahwasannya ketika
saudara laki – lakinya hidup ia bersedih atas kehidupannya dan sekarang ia
sangat sedih atas saudaraya yang ahli neraka.
Perkataan yang sangat mengharukan ketika ia berpesan
kepada anak – anaknya sebelum pergi berperang
“Hai Putra-putraku, kalian
semua memeluk Islam dengan suka rela dan berhijrah dengan senang hati. Demi
Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah keturunan
dari satu ayah dan satu ibu. Aku tidak pernah merendahkan kehormatan dan
merubah garis keturunan kalian. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan akhirat jauh
lebih baik daripada kehidupan dunia yang fana”