Tokoh Sastra Arab Masa Abbasiyah ; Abu Nawas
“Illahi lastu lil firdausi ahlaa / wahai tuhanku aku bukanlah ahli surga”, syair yang sangat indah menyentuh hati para pembaca dan pendengarnya. Para penikmat sastra bahkan orang – orang biasa pasti sudah tidak asing lagi dengan bait syair tersebut. Saking indahnya syair itu sampai beberapa kaum muslimin di pondok pesantren melantunkannya ketika adan berkumandang. Ya, syair i’tiraf ini memang sangat terkenal dan telah di nyanyikan ke bentuk genre nyanyian dan lain sebagainya.
Dalam artikel ini kita akan mengenal penyair i’tiraf tersebut lebih dalam. Nama lengkap Abu Nawas adalah Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami. Ia merupakan kelahiran Negri Persia yang tepatnya di kota Ahvaz. Ia memiliki darah keturunan campuran yang mengalir ditubuhnya yakni Arab dan Persia.
Abu Nawas, seorang penyair yang telah tersohor dengan karya – karyanya. Ia dikenal sebagai seorag pujangga yang bijaksana dan menyukai gurawan antar para penyair. Ia menjadi salah satu sastrawan terbesar sastra arab klasik di masa Abbasiyah. Ia pernah muncul dalam kisah masyhur seperti kisah seribu satu malam.
Keterkenlan Abu Nawas berawal dari tulisan puisinya yang lucu. Puisi – puisinya yang sangat berpengaruh di masa Abbasiyah adalah puisi yang mengandung puji – pujian untuk mendukung Khalifah Harun Ar-Rasyid. Atas dukungannya tersebut Abu Nawas menjadi orang kepercayaan Khalifah Harun Ar-Rasyid di kala itu.
Abu Nawas pernah menulis tulisan – tulisan mengenai cinta, hidup dan lain – lainnya. Pada masa mudanya ia seperti pemuda pada masanya seperti mabuk – mabukan hura – hura. Hingga ketika ia dipenjara karena puisiya yang menyinggung Khalifah, ia pun bertaubat dan banyak membuat syair – syair nan indah mengenai taubatnya. Salah satu karyanya yang kita dapat nikmati hingga saat ini adalah syair i’iraf.
Dari syair tersebut kita dapat mengetahui seorang hamba yang banya berdosa, meminta ampunan kepada tuhannya tanpa henti. Hamba yang pernah luput dengan dosa tentunya akan sadar ketika Allah memberi pelajaran dan dari cobaan tersebut kita akan selalu dapat memetik hikmah.